
BENGKALIS (PRO) – Rapat antara pengurus Masjid Al Quro, tokoh masyarakat, Anggota DPRD Bengkalis dan jajaran Managemen PT Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning berlangsung panas, Rabu (22/4/2026).
Yang menjadi sorotan tajam bukan hanya lamanya proses perizinan yang sudah bertahun-tahun, tetapi juga sikap manajemen Pertamina di tingkat lokal yang dinilai kaku, tidak proaktif, dan enggan memberikan kebijakan secara lokal mendukung fasilitas ibadah masyarakat Desa Pakning Asal.
Pertemuan yang digelar di ruang rapat kantor induk Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning itu sempat memanas saat para peserta melontarkan kekecewaan terutama saat penyampaian oleh Anggota DPRD Bengkalis H. Muhammad Rafee.
Di tengah upaya warga yang hanya membutuhkan lahan parkir sementara di tanah kosong milik Pertamina yang sudah 50 tahun terbengkalai, pihak perusahaan justru terkesan membiarkan masalah mengambang tanpa inisiatif membantu.