
“Kami di tingkat operasional tidak punya kapasitas. Kewenangan ada di Pertamina Persero pusat. Namun kami sudah berkomunikasi dan masih menunggu jawaban,” ujar Iswandi.
Pernyataan ini disambut dengan ekspresi sinis dari sejumlah peserta rapat. “Minggu depan? Kita sudah dengar ‘minggu depan’ berkali-kali selama dua tahun,” celetuk seorang jamaah.
Sementara itu, Mulyono, perwakilan Pertamina Patra Niaga lainnya, berjanji akan bersikap profesional dan segera menindaklanjuti. Namun janji serupa juga pernah disampaikan sebelumnya tanpa realisasi.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bengkalis Erwin Syah Putra, S.Psi yang turut hadir dan memantau jalannya rapat, menilai kasus ini sebagai contoh nyata kegagalan manajemen lokal dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
“Mereka terlalu kaku, terlalu birokratis. Padahal yang dibutuhkan hanya niat baik dan kebijakan sederhana: izin pinjam pakai lahan tidur untuk tempat parkir masjid. Sikap seperti ini hanya akan memperburuk citra Pertamina di mata warga ring satu,” ujar Erwin.