
Ketua Masjid Al Quro sekaligus imam, Rusdianto, mengungkapkan rasa frustrasinya di hadapan para petinggi Pertamina Pakning.
“Proposal sudah kami ajukan kurang lebih dua tahun lalu. Dua tahun! Sampai sekarang tidak ada kabar. Kami hanya minta izin pinjam pakai lahan kosong di seberang masjid, bukan minta hibah. Ini untuk parkir jamaah, untuk ibadah,” ujar Rusdianto dengan nada suara meninggi di ruang rapat.
Ia menambahkan, selama dua tahun itu, jamaah Masjid Al Quro terus menderita karena ketiadaan lahan parkir, terutama setiap hari Jumat dan malam bulan Ramadan, bahkan saat Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah lalu banyak jemaah yang tak bisa solat, akibat kekurangan tempat parkir. Sementara di depan mata, lahan tidur milik Pertamina justru dipasangi plang larangan.
Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, H. Muhammad Rafee (Pak Haji Rafi) dari Fraksi PKS Dapil II, tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Dalam rapat yang tegang itu, ia secara terbuka mengkritik sikap manajemen Pertamina Sungai Pakning yang dinilai tidak memiliki keberanian mengambil langkah konkret.
“Manajemen di sini terlalu kaku! Jangan hanya jadi tembok penghalang yang meneruskan surat tanpa pernah memperjuangkan kepentingan masyarakat. Rakyat butuh bukti, bukan alasan ‘kewenangan pusat’ terus-menerus. Dua tahun, apa tidak ada satu pun langkah nyata yang kalian lakukan untuk memfasilitasi permohonan ini?. ” tegas Haji Rafee.