
KUBA (PRO) - Masyarakat di Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, dilanda kepanikan menyusul berkurangnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Kompak yang berlokasi di Jalan Datuk Raja Hitam, Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri.
Pengawas SPBU Kompak, Januarin, mengungkapkan bahwa ada pembatasan penyaluran pertalite dari pertamina yang telah terjadi dari tanggal 23 April 2026 dan masih berlangsung hingga saat ini Kondisi ini berdampak langsung terhadap ketersediaan BBM di lapangan.
“Biasanya penyaluran bbm kepada masyarakat kubu dan sekitarnya untuk pertalite dalam 1 bulan di SPBU kami rata rata sebesar 190kl atau 38 tangki (kapasitas 5.000 liter). Namun saat ini penyaluran BBM khususnya pertalite dibulan April 2026 hanya sejumlah 155 KL atau 31 tangki (kapasitas 5.000 liter), dan sampai saat ini SPBU belum bisa menyalurkan pertalite kembali. Terkait dengan pembatasan pertalite dari Pertamina, sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang hal tersebut” ujar Janurin saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Pengurangan penyaluran tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat kubu babussalam dan sekitarnya sehingga warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM dengan harga subsidi. Di sejumlah titik di luar SPBU, Pertalite dijual dengan harga lebih tinggi dari harga HET yang telah ditetapkan yaitu Rp 10.000 perliter.