
SUNGAI PAKNING (PRO) – Dini hari itu seharusnya tenang. Aroma masakan sahur masih menggantung di udara, dan warga di Jalan Jenderal, Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, tengah bersiap menunaikan ibadah puasa. Namun sekitar pukul 04.00 WIB, suasana berubah seketika. Api muncul, kecil di awal, lalu menjelma menjadi amukan yang tak terbendung.
Dari sebuah ruko kayu milik Kartini—tempat ia sehari-hari berjualan lotek—kobaran itu bermula. Dalam hitungan menit, api menjalar cepat, melompat dari satu bangunan ke bangunan lain, seakan tak memberi jeda bagi siapa pun untuk menyelamatkan apa yang tersisa. Deretan ruko yang berdiri rapat menjadi bahan bakar yang sempurna. Kayu kering, angin yang berembus, dan kepanikan yang menyelimuti membuat segalanya berlangsung begitu cepat.
Di tengah hiruk-pikuk sahur, warga berhamburan keluar rumah. Sebagian mencoba menyelamatkan dokumen penting, sebagian lagi hanya berdiri terpaku menyaksikan api melahap tempat usaha dan hunian mereka. Tangis pecah di antara suara kayu yang runtuh dan letupan kecil dari bangunan yang terbakar.
Sebanyak 11 pintu ruko dilaporkan hangus, beserta beberapa rumah di sekitarnya. Dari lokasi kejadian, puing-puing hitam membentang di sisi kanan Masjid Raya Al Amin hingga mendekati Mushalla Muhammadiyah. Dua rumah ibadah itu nyaris tersentuh api, namun beruntung selamat meski hanya berjarak beberapa meter dari titik kebakaran.