
“Saat kebakaran, ada seseorang terlihat lalu pergi lewat jendela sekolah. Ketika dicari, orang itu sudah tidak ada,” ungkapnya.
Menurut Syamrah, gedung tersebut tidak memiliki sambungan listrik permanen dari PLN sehingga dugaan korsleting listrik dinilai kecil.
“Gedung itu sudah lama tidak dialiri listrik. Kalau ada kegiatan, kami hanya menggunakan sambungan kabel sementara,” jelasnya.
Selain kerusakan bangunan, kebakaran juga berdampak pada kegiatan ekstrakurikuler dan kondisi psikologis siswa.
“Anak-anak jadi trauma. Ini yang paling kami khawatirkan,” tuturnya.