
Anak yang tahu bahwa mereka tetap dicintai meskipun berbuat salah akan tumbuh menjadi pribadi yang berani mencoba, tidak takut gagal, dan lebih percaya diri.
Mereka belajar bahwa kegagalan bukan akhir, tetapi bagian dari proses bertumbuh. Pada akhirnya, anak akan memahami bahwa tujuan koreksi bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membangun.
Reassurance yang konsisten membuat mereka merasa aman dan percaya bahwa setiap koreksi merupakan bentuk perhatian, bukan penolakan.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mengoreksi anak secara lebih efektif tanpa merusak hubungan emosional, malah memperkuat ikatan dan membangun karakter mereka untuk masa depan yang lebih baik. ***