
Artikel ini akan membahas lima langkah berdasar psikologi anak yang dapat membantu Anda mengoreksi tanpa mematahkan semangat, melainkan membangun kedekatan. Teknik-teknik ini akan mengubah momen koreksi menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan, yang dirangkum dari kanal YouTube Parenting Hacks pada Sabtu (15/11).
1. Memahami Akar Masalah: Mengapa Anak Menolak Koreksi
Anak sering menolak koreksi bukan karena keras kepala, tetapi karena koreksi menyentuh rasa harga diri mereka. Menurut riset Dr. Daniel Siegel, otak anak memproses nada suara dan bahasa tubuh lebih cepat dibandingkan isi kalimat.
Karena itu, sebelum mereka mendengar pesan Anda, otak mereka lebih dulu bertanya: “Apakah saya aman? Apakah saya masih disayangi?” Ketika koreksi terasa seperti penolakan, otak anak langsung masuk ke mode bertahan.
Dalam mode bertahan ini, anak dapat menunjukkan reaksi seperti membantah, menarik diri, atau menangis. Ini bukan sikap melawan, tetapi respons biologis akibat tekanan emosi.