
KUBA (PRO) - Penghulu Rantau Panjang Kiri, Jefrianto, memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan protes seorang warga saat penyaluran bantuan pangan beras Bulog di Kantor Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (10/6/2026).
Video tersebut merekam seorang warga bernama Elma Nasriah yang mempertanyakan tidak masuknya namanya dalam daftar penerima bantuan pangan. Dalam rekaman yang beredar, warga tersebut menilai pemerintah kepenghuluan tidak adil dalam pendataan dan penyaluran bantuan.
Menanggapi hal itu, Jefrianto menegaskan bahwa pemerintah kepenghuluan hanya bertugas menyalurkan bantuan berdasarkan data resmi yang diterima dari Bulog.
“Kami hanya sebagai penyalur. Data penerima bantuan berasal dari Bulog. Nama-nama penerima sudah ditetapkan dalam daftar yang kami terima. Kebetulan nama yang bersangkutan tidak tercantum sebagai penerima bantuan tahun 2026,” ujar Jefrianto.
Penghulu menjelaskan, Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri menerima alokasi bantuan untuk 401 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM memperoleh 20 kilogram beras serta empat bungkus minyak goreng.