
Menurutnya, saat proses distribusi berlangsung, warga tersebut datang dan mempertanyakan alasan dirinya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Namun petugas tetap berpedoman pada data resmi yang tersedia.
“Petugas tidak bisa menambahkan atau mengurangi penerima karena seluruh penyaluran harus sesuai dengan data yang diberikan,” katanya.
Diuraikan Penghulu, untuk menghindari antrean panjang, penyaluran bantuan dibagi dalam dua hari. Pada hari pertama (Rabu red) bantuan disalurkan kepada warga Dusun Tanjung Masjid dan Dusun Simpang Pelita, sedangkan hari kedua (Kamis red) untuk warga Dusun Mekar Jaya dan Dusun Rantau Panjang Kiri.
Jefrianto mengakui distribusi bantuan sempat terhenti beberapa saat akibat protes tersebut. Namun situasi segera kondusif dan penyaluran kembali berjalan lancar.
“Tidak ada kendala berarti. Setelah diberikan penjelasan, kegiatan kembali normal. Ini hanya miskomunikasi yang sudah diselesaikan dengan baik,” ujarnya.