
“Bukti percakapan mereka ada. Bahkan anak saya dijemput langsung oleh perempuan itu dari depan rumah kami,” katanya.
Ia juga membantah tudingan bahwa anaknya melakukan hipnotis maupun pemaksaan terhadap korban. Menurutnya, keterangan yang disampaikan dalam laporan polisi merupakan pernyataan sepihak dari pelapor.
“Tidak ada anak kami menghipnotis ataupun melakukan kekerasan seksual. Perlu kami luruskan bahwa perempuan itu yang menjemput anak kami dan hubungan mereka terjadi karena pacaran,” ujarnya.
Burhan mengaku pihak keluarga sempat berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Namun, menurut dia, upaya mediasi tidak mendapat tanggapan dari keluarga korban.
“Kami sebagai orang tua tidak membenarkan hubungan terlarang, tetapi ini sudah terjadi. Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara baik-baik, namun pihak keluarga perempuan tidak membuka ruang mediasi,” katanya.