
Sementara itu, dalam upaya pencegahan DBD, masyarakat diminta menggalakkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.
Menurut Filia, pihak puskesmas juga terus melakukan promosi kesehatan melalui berbagai kegiatan, seperti Posyandu dan Integrasi Layanan Primer (ILP), guna meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan.
Selain itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan lintas sektoral untuk berkolaborasi aktif dalam pencegahan DBD, termasuk menggerakkan masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Kasus DBD tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya empat kasus. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk menekan penyebarannya,” tegasnya.***