
Pada masa awal, omzet gerai berkisar Rp2 juta hingga Rp5 juta. Angka itu dapat meningkat hingga sekitar Rp20 juta saat perhelatan budaya Bakar Tongkang yang menjadi salah satu momentum ramai pengunjung di Bagansiapiapi.
Setelah peluncuran gerai, omzet bahkan disebut mampu mencapai Rp30 juta perbulan. Capaian tersebut menjadi penyemangat bagi Azmi dan para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk serta memperluas pemasaran.
Kini, Umah Oleh-Oleh menjadi tempat bagi beragam produk khas Rohil. Masyarakat tidak hanya dapat menemukan kacang pukul, tetapi juga rendang kerang, keripik keladi ungu, keripik ikan, terasi olahan, dan aneka produk lainnya.
Kemasan dan Pemasaran Menjadi Kunci
Bagi Azmi, mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk yang enak dan berkualitas. Produk juga harus memiliki tampilan yang menarik, daya tahan yang baik, serta identitas yang mampu membuat konsumen mengenal asal dan keunggulannya.