
Azmi melihat belacan atau terasi sebagai salah satu bahan yang punya peluang besar. Selama ini, belacan lebih banyak dijual dalam bentuk curah atau kiloan. Padahal, jika diolah dengan inovasi yang tepat, produk tersebut bisa tampil lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dari pemikiran itu, belacan kemudian diolah menjadi terasi siap saji dengan proses penyangraian dan pengemasan yang lebih menarik. Tujuannya agar produk tidak hanya diminati pasar tradisional, tetapi juga berpeluang masuk ke supermarket dan gerai ritel modern.
Bagi Azmi, inovasi bukan hanya soal menciptakan produk baru. Pelaku UMKM juga perlu memahami pentingnya kemasan, legalitas, perizinan, serta standar kualitas agar produk mereka mampu bersaing.
“Selama ini belum banyak produk lokal yang dihilirisasi. Karena itu, kami mencoba mengolah bahan alam yang ada di Rokan Hilir menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bisa menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.
Dari Komunitas Menjadi Gerai UMKM