
BAGANSIAPIAPI (PRo) – Belacan yang selama ini identik dengan komoditas jualan kiloan kini diolah menjadi sambal kemasan bernilai tambah. Di tangan pelaku UMKM Rokan Hilir (Rohil), bahan lokal tak lagi sekadar dijual dalam bentuk mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk unggulan yang berpeluang menembus pasar modern hingga mancanegara.
Bagansiapiapi yang selama ini dikenal dengan kacang pukul sebagai salah satu oleh-oleh khasnya. Namun, kekayaan hasil alam Rokan Hilir (Rohil) menyimpan lebih banyak potensi yang bisa diolah menjadi produk unggulan. Dari belacan, ikan salai, keripik ikan hingga rendang kerang, satu per satu produk lokal mulai mendapat sentuhan inovasi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Di tengah geliat itu, Umah Oleh-Oleh di Bagansiapiapi hadir bukan sekadar sebagai tempat memajang dan menjual produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gerai ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk belajar, berinovasi, memperbaiki kualitas produk, hingga membangun keberanian menembus pasar modern.
Di balik perjalanan tersebut, ada sosok Nur Azmi, S.Farm., pengelola Umah Oleh-Oleh yang melihat potensi besar dari bahan-bahan lokal Rohil. Berawal dari keinginannya mengembangkan usaha saat mendampingi suami yang bertugas di Rokan Hilir, Azmi kemudian mencoba menjawab satu pertanyaan sederhana: bagaimana hasil alam daerah bisa diolah menjadi produk bernilai tambah?
Inspirasi itu salah satunya datang dari Yogyakarta yang dinilainya kreatif dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal.