
“Saya awalnya mengetahui dari media sosial. Karena tidak ada laporan resmi, saya segera berkoordinasi dengan pihak sekolah. Dari hasil konfirmasi, pihak sekolah menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar,” jelasnya.
Selain isu perundungan, turut beredar dugaan adanya praktik pemerasan yang melibatkan oknum wali murid. Terkait hal tersebut, Syafarisna menyebut informasi yang diterimanya menyatakan kasus itu sedang ditangani aparat kepolisian setempat.
“Untuk dugaan pemerasan, kami tidak memiliki informasi detail. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, kasus tersebut sedang dalam penanganan Polsek Kubu,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Kami harap masyarakat dapat menyaring informasi dengan bijak. Narasi yang menyebut adanya perundungan di sekolah tersebut tidak sesuai dengan fakta,” pungkasnya.***