
Eviyanti juga mengajak seluruh pengguna jalan, termasuk perusahaan dan masyarakat, untuk turut menjaga kondisi jalan. “Kita harus sama-sama menjaga dan memperhatikan kondisi jalan dengan membatasi bobot kendaraan serta membersihkan lumpur sebelum melintas,” imbaunya.
Terkait tuntutan tenaga kerja lokal, ia menjelaskan bahwa penyediaan jasa pekerjaan sebagai pendukung operasi PHR dilakukan berdasarkan kebutuhan perusahaan dan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk bidang ketenagakerjaan.
“Operasi PHR di Wilayah Kerja Rokan didukung lebih dari 40 ribu pekerja dari perusahaan mitra, dan sebagian besar di antaranya merupakan tenaga kerja tempatan,” jelasnya.
Eviyanti menjelaskan bahwa perlindungan dan kepedulian lingkungan menjadi prioritas utama PHR dalam menjalankan operasi di Zona Rokan. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan membahas lebih lanjut terkait program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dapat diterapkan untuk masyarakat setempat.
“Kami akan mendiskusikan lebih lanjut di internal terkait program TJSL yang tepat dan dapat diaplikasikan bagi masyarakat tempatan,” pungkasnya.***