
Dengan jumlah siswa sekitar 400 orang, pihak sekolah menerapkan pola pembelajaran secara bergantian. Siswa kelas I hingga III mengikuti pembelajaran tatap muka selama satu pekan, sedangkan siswa kelas IV hingga VI menjalani PJJ. Pada pekan berikutnya, pola tersebut ditukar.
“Kalau seluruh siswa masuk bersamaan, dengan jumlah sekitar 400 orang, tentu sulit dikontrol karena pekerjaan revitalisasi masih berjalan. Pola ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan siswa dan memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung,” pungkasnya.***