
“Sekarang sedang proses pengerjaan revitalisasi. Banyak puing-puing bekas bangunan lama dan material baru, sehingga sangat rawan bagi keselamatan siswa. Siswa tidak diliburkan, tetapi mengikuti pembelajaran dengan metode PJJ,” ujarnya.
Ketua Komite SDN 004 Teluk Nilap, Adi Sunarto, membenarkan bahwa sebelum pekerjaan dimulai telah dilakukan pembahasan mengenai pola pelaksanaan revitalisasi dan proses belajar mengajar selama pembangunan.
“Material bekas bangunan sekolah lama masih menggunung di halaman sekolah. Kalau seluruh siswa masuk bersamaan, tentu ada risiko keselamatan dan pengawasan oleh majelis guru juga menjadi lebih sulit. Karena itu, metode PJJ dinilai menjadi bagian dari pengaturan pembelajaran selama pembangunan,” katanya.
Kepala SDN 004 Teluk Nilap, Baharudin, juga menegaskan sekolah tidak pernah meliburkan siswa. Menurutnya, kegiatan pembelajaran tetap berlangsung dengan pola yang disesuaikan dengan kondisi pekerjaan revitalisasi.
“SDN 004 Teluk Nilap tidak pernah meliburkan siswa. Siswa tetap diberikan soal dan pekerjaan rumah melalui metode PJJ. Sebelum PJJ dilaksanakan, kami sudah bersurat ke Disdik Rohil dan memberitahukan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Kubu Babussalam,” kata Baharudin.