
Ia menjelaskan, penerapan pola tersebut dilakukan karena seluruh bagian sekolah menjadi lokasi pekerjaan revitalisasi. Material bangunan serta meja dan kursi siswa juga harus dipindahkan untuk mendukung kelancaran pekerjaan.
Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi penggantian atap seng, keramik, plafon, asbes, instalasi listrik, pengecatan, hingga pembangunan tiga unit Ruang Kelas Baru (RKB).
“Semua lokal direhab. Sebagian besar meja dan kursi siswa terpaksa dikeluarkan karena tukang masih melakukan pekerjaan di dalam ruang kelas,” ujarnya.
Baharudin menyebutkan, total anggaran revitalisasi SDN 004 Teluk Nilap mencapai Rp1.848.175.511 yang bersumber dari APBN 2026. Program tersebut mencakup sekitar 20 item pekerjaan, di antaranya revitalisasi ruang kelas, ruang administrasi, ruang kepala sekolah, WC, pembangunan tiga unit RKB, pagar, serta sejumlah pekerjaan pendukung lainnya.
Hingga saat ini, progres pekerjaan revitalisasi disebut baru mencapai sekitar 40 persen.