
BASIRA (PRo) – Puluhan warga Kampung Harapan (KPH), Kelurahan Bagan Sinembah Kota, Kecamatan Bagan Sinembah Raya (Basira), menggelar aksi damai di Jalan Lintas Kecamatan Basira, Ahad (30/8/2026) pagi. Mereka menuntut perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) dan pengusaha sawit yang beroperasi di wilayah tersebut bertanggung jawab terhadap kondisi jalan yang rusak parah.
Aksi yang didominasi kaum ibu itu dilakukan dengan membentangkan spanduk berisi sejumlah tuntutan. Warga menilai kerusakan jalan di kawasan Kampung Harapan telah mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi jalan yang dipenuhi bebatuan dinilai membahayakan pengguna jalan. Saat musim hujan, jalan menjadi licin, sedangkan ketika musim kemarau, debu beterbangan dan mengganggu kesehatan serta kenyamanan warga.
“Kami sangat resah dengan kondisi jalan yang penuh bebatuan. Saat musim kemarau, kami setiap hari menghirup udara kotor bercampur debu, sedangkan saat hujan jalan menjadi licin,” ujar salah seorang orator dalam aksi tersebut.
Dalam aksinya, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perusahaan dan pengusaha sawit. Di antaranya meminta penyiraman jalan sebanyak dua kali sehari, yakni pagi dan sore, serta melakukan perbaikan dan perawatan jalan secara rutin.