
Sejak awal kegiatan, semangat kepedulian terhadap lingkungan telah ditunjukkan seluruh peserta melalui "tiket masuk" berupa satu kantong sampah organik dan satu kantong sampah anorganik yang dibawa dari rumah. Sampah tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk mengenali jenis-jenis sampah serta praktik pemilahan yang benar.
Sebagai implementasi prinsip Reduce, seluruh konsumsi disajikan tanpa menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Makanan ringan disajikan menggunakan nampan, sedangkan air minum disediakan dalam mug yang diisi ulang dari galon. Panitia juga memanfaatkan kardus bekas dan tali goni sebagai bahan utama pembuatan medali penghargaan bagi peserta, membuktikan bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna apabila dikelola secara kreatif.
Pada aspek Recycle, para peserta diajak mengolah sampah plastik bersih menjadi ecobrick yang nantinya dimanfaatkan sebagai rak hasil karya siswa di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memperpanjang masa pakainya.
Sementara itu, aspek Campaign diwujudkan melalui penyampaian materi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R, serta pengenalan Bank Sampah sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Rangkaian kegiatan dikemas secara menarik melalui berbagai aktivitas edukatif, mulai dari pemanfaatan kardus bekas, daun kering, dan ranting sebagai papan nama kelompok, lomba cerdas cermat lingkungan, praktik pembuatan ecobrick, penandatanganan Pohon Komitmen sebagai simbol perubahan perilaku ramah lingkungan, hingga penanaman bibit tanaman buah di lingkungan sekolah sebagai warisan hijau bagi generasi mendatang.