
RANTAU KOPAR (PRo) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menegaskan komitmennya menjalankan operasional hulu migas dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan warga di sekitar wilayah operasi.
Menanggapi aksi unjuk rasa masyarakat Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, pada Senin (13/7/2026), PHR menyatakan telah menurunkan perwakilan perusahaan untuk berdialog langsung dengan warga.
"Terkait aspirasi masyarakat di Kecamatan Rantau Kopar, Rokan Hilir, pada Senin (13/7/2026), kami mengonfirmasi bahwa perwakilan PHR telah turun ke lapangan untuk menemui dan mendengarkan langsung masukan dari warga setempat," kata Manager Corporate Communication PT Pertamina Hulu Rokan, Fikri Fardhian, melalui Panji Ahmad Syuhada, Selasa (14/7/2026).
Panji menjelaskan, PHR saat ini tengah melakukan koordinasi internal terkait persoalan tersebut dan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mencari solusi terbaik.
"Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada warga, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Rantau Kopar yang telah menyampaikan aspirasi ini secara tertib, aman, dan kondusif demi keberlangsungan operasional serta mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya.