
Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan di kawasan rawan terbakar.
"Terkait perlengkapan alat pemadam kebakaran PT Jatim lengkap semua patut kita apresiasi, perusahan PT Jatim juga siap membantu pemerintah daerah jika membutuhkan peralatan pemadam kebakaran milik perusahan," ujarnya.
Sementara itu General Manager (GM) PT Jatim Jaya Perkasa, Raju Wardana mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya kewajiban hukum. Tapi, dari bagian tanggung jawab moral kemudian komitmen perusahaan dalam pembangunan yang berkelanjutan.
"Secara visi perusahaan, yang menjadi salah satu perusahan terbaik di kancah nasional, yang terkenal tropis utama pembangunan terhadap sawit berkelanjutan, dan pembangunan pemerintah secara umum, kami terus memperkuat mitigasi sistem pencegahan kebakaran melalui penyediaan sarana prasarana, pelatihan regu pemadam, melakukan patroli rutin, memantau wilayah rawan terbakar, dan membangun sinergi bersama pemerintah," ujarnya.
GM mengaku, keberhasilan mengendalikan Karhutla tidak bisa dicapai satu pihak, melainkan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat, komunikasi yang baik, serta kepedulian emen masyarakat sehingga potensi kebakaran bisa cegah sejak dini.