
Rangkaian apel diawali dengan upacara, penandatanganan komitmen bersama pencegahan karhutla, pemeriksaan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran milik perusahaan PT Jatim, serta simulasi penanggulangan kebakaran yang diperagakan tim pemadam kebakaran PT Jatim Jaya Perkasa.
Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles dalam amanatnya, menilai kesiapan perusahaan PT Jatim Jaya Perkasa menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih dan apresiasi kepada PT Jatim yang selalu siaga dalam penanganan kebakaran. Apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar peristiwa karhutla yang pernah terjadi tidak terulang kembali," ujarnya.
Wabup mengingatkan, bahwa Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi. Berdasarkan prakiraan BMKG musim kemarau di wilayah Rokan Hilir masih memiliki tingkat kerawanan terhadap kebakaran lahan sehingga seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan.
"Yang perlu kita lakukan sekarang memastikan kesiapan personel, peralatan, alat pelindung diri (APD), serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Kepada pemerintah kepenghuluan kita minta agar seluruh mesin pemadam kebakaran yang dimiliki desa selalu standby, dan ketika terjadi kebakaran lahan siap digunakan," ujarnya.