
Encik Imel terharu ketika memegang kepala anak yatim dalam santunan tersebut. Rasa iba dan sedih juga ikut dirasakan melihat kondisi kehidupan anak yatim yang tanpa dilengkapi dengan kedua orang tua.
"Kita dapat merasakan bahwa mereka anak anak yatim mengharapkan perhatian dan bimbingan layaknya seperti anak anak yang memiliki orang tua yang lengkap, momentum ini menegaskan bahwa anak yatim juga memiliki ayah maupun ibu yang hadir untuk mengayomi dan memahami mereka," tegasnya.***