
Dikatakannya, Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, pendidikan, serta berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Apel siaga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergitas seluruh stakeholder dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Rokan Hilir,” tegas Kapolres.
Kapolres juga menekankan pentingnya menjadikan upaya pencegahan sebagai prioritas utama. Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanggulangan ketika kebakaran telah terjadi. Untuk itu, seluruh pihak diminta mengoptimalkan patroli darat di daerah rawan Karhutla, melakukan deteksi dini terhadap titik panas (hotspot), serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Selain itu, Kapolres mengingatkan seluruh perusahaan perkebunan agar meningkatkan pengawasan wilayah konsesi, menyiapkan sarana pemadaman yang memadai, serta memastikan seluruh prosedur pencegahan Karhutla dilaksanakan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan Karhutla yang diperagakan oleh tim pemadam dari berbagai unsur. Simulasi tersebut menunjukkan kemampuan dan respons cepat personel dalam menghadapi potensi kebakaran di kawasan perkebunan maupun lahan masyarakat.