
“Porsinya kok segitu ya, cuma telur, roti, kacang toge sama jeruk kecil,” ujarnya kepada wartawan.
Unggahan serupa juga disampaikan pemilik akun Facebook Roni Uros Sinaga yang menilai kuantitas menu MBG tidak sesuai harapan. Dalam tulisannya, ia bahkan meminta pemerintah pusat mengevaluasi program tersebut dan mempertanyakan nilai anggaran per porsi makanan.
Selain kuantitas, sejumlah orang tua juga mengeluhkan variasi menu dan ketepatan jadwal pembagian yang dinilai tidak konsisten.
Pengamat sosial, Habib Gultom, saat dihubungi melalui telepon, menyatakan pihaknya menerima laporan terkait dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan program di lapangan. Ia mengaku telah menyampaikan laporan tersebut kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
“Saya sudah melaporkan dugaan itu dan tinggal menunggu tindak lanjut,” ujarnya.