
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak terlepas dari kerja sama tim satuan tugas yang terdiri atas personel Brimob, BKO Polda Riau, Satpol Airud, dan Polsek Sinaboi. Selama proses pembangunan, tim menghadapi tantangan berupa kondisi pasang surut air yang sempat memperlambat pengerjaan, terutama pada bagian kaki dan tiang jembatan.
“Namun seluruh personel tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target,” katanya.
Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan gagasan Kapolda Riau yang diselaraskan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan ini bertujuan mendukung konektivitas wilayah serta meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang layak.
Jembatan sepanjang 16 meter dan lebar 2,5 meter tersebut menghubungkan RT 12 dan RT 24 Kampung Aman. Sebelumnya, kedua wilayah itu hanya dihubungkan jembatan kayu sederhana yang telah digunakan sekitar 18 tahun dan kondisinya mulai lapuk serta berisiko membahayakan warga.
Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih aman dan lancar, baik untuk keperluan transportasi maupun kegiatan ekonomi sehari-hari.