
"Kami dijanjikan dibayar hari Senin kemarin, tapi sampai sekarang belum ada pembayaran," ujarnya.
Para pekerja mengaku awalnya diberangkatkan menggunakan kendaraan yang layak. Namun setibanya di Rohil, mereka justru mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, sebagian dari mereka terpaksa menjual pakaian dan sepatu untuk memenuhi kebutuhan makan.
"Kantin di lokasi tidak mau memberi utang. Untuk beli rokok saja tidak bisa. Jadi kami terpaksa menjual baju dan sepatu supaya bisa makan," kata para pekerja.
Sementara itu, pihak yang dipercaya kontraktor, yakni Syafril Jambak dan Jufri, belum memberikan keterangan resmi. Hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum merespons permintaan konfirmasi dari awak media.***