
Kebiasaan mewakili anak saat berbicara sering muncul karena ingin membantu atau mempercepat situasi. Namun, hal ini justru dapat menghambat kemampuan komunikasi anak.
Dengan memberikan kesempatan untuk memesan makanan, bertanya kepada guru, atau menyapa orang lain, anak belajar menyampaikan pendapat dan kebutuhannya dengan percaya diri. Jika mereka gugup, orang tua dapat memberi contoh atau latihan singkat terlebih dahulu.
Melalui latihan kecil yang konsisten, anak memahami bahwa komunikasi adalah keterampilan yang berkembang dari pengalaman—bekal penting untuk sekolah, pertemanan, hingga kehidupan dewasa.
2. Kurangi Jadwal Padat dan Beri Anak Waktu Tenang
Di masa kini, banyak anak terjebak dalam jadwal padat—sekolah, les, kegiatan tambahan, hingga waktu layar. Pola hidup yang selalu bergerak membuat mereka sulit mendengarkan diri sendiri.