
Peralihan dari musim panas berkepanjangan menuju hujan, misalnya, dapat mengubah kondisi air, termasuk tingkat keasaman atau pH. Jika perubahan berlangsung secara drastis, ikan dapat mengalami gangguan dan pertumbuhannya ikut terpengaruh.
Sebaliknya, ketika kemarau berlangsung lama, ketersediaan air menjadi persoalan tersendiri. Air kolam dapat menyusut dan suhunya meningkat sehingga ikan mudah lemas. Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, risiko kematian ikan dan kegagalan panen semakin besar.
Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Karena itu, bantuan mesin pompa air yang diterima pada 2026 diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembudidaya dalam mengelola air kolam.
Ketua Kelompok Mekar Abadi, Mustakim, mengakui dukungan PT PHR Wilayah Kerja (WK) Rokan sangat membantu masyarakat. Bantuan yang diberikan dinilainya sesuai dengan kebutuhan pembudidaya dalam mengembangkan usaha.
Menurut Mustakim, dukungan tersebut memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan hasil panen dan mengoptimalkan potensi perikanan yang dimiliki Kampung Patin.