
Produksi dilakukan sesuai kebutuhan. Dalam satu kali pengolahan, kelompok mampu menghasilkan hingga 200 kilogram pelet. Setelah selesai diproses, pelet dijemur sampai kering sebelum diberikan kepada ikan.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, kelompok kini memiliki dua unit mesin pembuat pakan ikan. Keberadaan peralatan ini membuka peluang bagi pembudidaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan yang dibeli dari luar.
Dukungan PHR kepada masyarakat Kampung Patin dilakukan secara bertahap. Pada 2023, bantuan yang diberikan berupa benih dan pakan ikan. Setahun kemudian, PHR menyalurkan bantuan gudang pakan.
Pada 2025, dukungan kembali diberikan melalui bantuan benih, pakan, dan mesin pengolah pakan ikan. Sementara pada 2026, bantuan yang disalurkan berupa mesin pompa air atau alkon serta peralatan memasak dan pengolahan hasil ikan untuk kelompok ibu-ibu, yang turut dilengkapi pelatihan.
Bantuan tersebut tidak hanya menyentuh proses produksi di kolam, tetapi juga mulai membuka ruang bagi pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan. Dengan keterampilan dan peralatan yang memadai, hasil panen berpeluang diolah menjadi produk bernilai tambah.