
KUBU (PRO) – Cuaca ekstrem pada musim penghujan yang tengah melanda wilayah Kabupaten Rokan Hilir meningkatkan potensi terjadinya banjir. Atas kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas Teluk Piyai, Bripka Syafrianto, mengimbau para orang tua yang memiliki anak balita agar memperketat pengawasan terhadap keselamatan anak.
Bripka Syafrianto mengungkapkan, belum lama ini terjadi kasus seorang balita di Kecamatan Pekaitan yang jatuh ke dalam sumur hingga meninggal dunia. Peristiwa itu, katanya, menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Jangan terlalu asyik karaoke atau bermain gawai hingga mengabaikan pengawasan terhadap anak. Hal seperti itu bisa berakibat fatal. Mari bersama-sama meningkatkan pengawasan, apalagi saat musim penghujan banyak parit yang tergenang air,” ujar Syafrianto saat memberikan sambutan pada kegiatan pembagian BLT DD di Kepenghuluan Teluk Piyai, Senin (17/11/2025).
Selain soal keselamatan anak, Syafrianto juga mengingatkan masyarakat yang tengah memasuki masa turun ke sawah agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, tindakan itu sangat berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta merupakan pelanggaran hukum.
“Silakan bertani, tapi jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Itu salah. Pelakunya bisa ditangkap dan dipenjara. Tolong jangan lakukan pembakaran lahan,” tegasnya.