
Taufik menuturkan, pada tahun 2023 daerahnya sempat mencapai angka nol kasus stunting dan mendapat penghargaan dari Bupati Rokan Hilir. Namun, tahun ini kasus kembali muncul dan memerlukan langkah serius.
“Pada 2023 lalu, kasus stunting nihil. Namun kini ditemukan sembilan kasus. Kita harus bekerja keras agar Bagan Jawa Pesisir kembali bebas stunting,” ujarnya.
Tenaga Ahli Gizi Puskesmas Bagansiapiapi, Dewi Merry, AMK, membenarkan adanya sembilan kasus kurang gizi yang kini menjadi perhatian pihak puskesmas.
Sementara itu, petugas Puskesmas Bagansiapiapi, Ns. Widia Wati, S.Kep, menjelaskan bahwa stunting masih menjadi fokus nasional. Pada tahun 2024, angka stunting di Indonesia mencapai 14 persen.
“Angka 14 persen itu masih tergolong tinggi, sehingga pemerintah sangat fokus menanganinya. Stunting berdampak pada sektor kesehatan hingga perekonomian,” jelasnya.