
Untuk penanganan bagi warga yang terkena TBC akan dilakukan pemantauan dan pemberian obat selama enam bulan. Tidak hanya bagi pasien saja melainkan keluarga yang kontak erat dengan korban TBC juga dilakukan pemantauan dan pemberian obat.
Kadis Ners. Afridah mengutarakan, Tracing ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah pusat dalam menurunkan kasus tuberkulosis atau TBC. Pemerintah menargetkan penyakit TBC bisa dituntaskan hingga pada tahun 2030 mendatang.
"Ini adalah progam dari pemerintah pusat yang mana Rohil terdapat 114 lokus, satu lokus itu peserta nya 100 orang, mereka diperiksa TBC nya, harapan kita kedepan agar masyarakat kita yang terserang TBC dapat terobati sejak dini sehingga mata rantai penularan nya dapat kita cegah, harapan kita kedepan seluruh masyarakat Rohil juga bisa bebas dari penyakit TBC," tuturnya.
Afridah menyebutkan, kegiatan tracing TBC ini sudah berlangsung sejak Agustus dan ditargetkan rampung hingga akhir tahun 2026 dengan harapan kasus penyakit TBC dapat ditekan.
"Ini sudah dimulai dari Agustus sampai dengan Desember nanti, pelaksanaan nya di 21 Puskesmas, yang mana satu puskesmas ada yang dapat lima hingga enam lokus, kita berharap langkah ini mampu menekan angka kasus TBC," harapnya.***