
"Kami sebagai petani lokal tidak pernah diundang untuk menyampaikan kebutuhan di lapangan. Akibatnya, pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan persoalan yang kami hadapi," ujarnya.
Janto mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan semakin banyak petani yang beralih dari usaha tani padi ke perkebunan kelapa sawit karena dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.
"Kalau petani masih mengandalkan tadah hujan setiap musim tanam, potensi kerugian akan terus terjadi. Kondisi ini bisa mendorong petani beralih ke komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan," pungkasnya.***