
Ia menyebutkan peserta cabang kaligrafi menjalani pembinaan di Lemka Sukabumi selama satu bulan. Selain itu, peserta tahfiz mengikuti karantina di Rumah Tahfiz Nurul Huffaz Adhyaksa, Pekanbaru, selama dua pekan.
“Kemudian peserta syarhil, fahmil, dan hadis menjalani karantina di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah selama tiga pekan. Untuk peserta KTIQ dan KTIH mendapat pembinaan bersama Profesor Alaidin Koto selama satu pekan, sedangkan peserta barzanji menjalani pembinaan di Pekanbaru selama dua pekan,” jelas Zakifri.
Selain pembinaan tatap muka, lanjutnya, seluruh cabang juga mendapatkan pembinaan secara daring selama tiga hingga empat bulan sebelum pelaksanaan MTQ.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Kafilah Rokan Hilir diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan meningkatkan prestasi pada MTQ ke-44 Provinsi Riau.***