
BAGAN BATU (PRO) - Kabar baik para petani kelapa sawit di Rokan Hilir, saat ini harga Tandan Buah Segar (TBS) mulai kembali merangkak naik, setelah sempat mengalami penurunan yang memicu kekhawatiran para petani sawit.
Penurunan harga TBS sebelumnya terjadi usai adanya kebijakan Presiden terkait tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia yang harus dilakukan melalui satu pintu BUMN. Turunnya harga sawit inipun hanya dalam waktu pendek. Namun kini menunjukkan tren positif dan kembali bergerak menuju kondisi yang lebih normal.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Rokan Hilir, Tomy Evo Sihombing, mengapresiasi perkembangan harga TBS yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, membaiknya harga pembelian buah sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) menjadi kabar menggembirakan bagi petani yang sebelumnya sempat menghadapi ketidakpastian pasar.
“Harga TBS saat ini mulai kembali normal. Ini tentu menjadi angin segar bagi petani sawit, khususnya di Kabupaten Rokan Hilir. Kita mengapresiasi pabrik-pabrik yang sudah menyesuaikan harga sesuai perkembangan pasar dan harga CPO,” ujar Tomy kepada awak media, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, sebelumnya petani sempat mempertanyakan anjloknya harga TBS di tingkat pabrik karena tidak sejalan dengan kondisi harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar dunia yang justru mengalami kenaikan. Namun saat ini, kondisi tersebut mulai membaik dan harga TBS di berbagai PKS menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.