
Menurut Hendri, berbagai langkah pengendalian telah dilakukan sejak kasus pertama ditemukan. Selain pelaksanaan fogging di wilayah terdampak, petugas juga mengintensifkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan sosialisasi Gerakan 3M Plus kepada masyarakat.
"Puskesmas Rantau Panjang Kiri juga telah memasang spanduk edukasi di sejumlah titik strategis, antara lain di Simpang Simah Kepenghuluan Rantau Pajang Kiri, Teluk Nilap, dan Pulau Halang. Kemudian, kampanye pencegahan turut dilakukan melalui pengeras suara menggunakan ambulans Pos Pelayanan Keliling (Posling)," akunya.
Tidak hanya mengandalkan petugas kesehatan, upaya pencegahan juga melibatkan pemerintah kepenghuluan dan masyarakat. Salah satunya melalui program Jumat Bersih yang digelar secara rutin untuk membersihkan lingkungan dan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, puskesmas mendorong pembentukan Satuan Tugas Gerak Cepat (Satgas Gercep) DBD di setiap Kepenghuluan.
“Kami menyarankan agar dibentuk Satgas Gercep DBD, satgas ini nantinya bertujuan untuk respons kasus DBD dapat dilakukan lebih cepat, mulai dari pelacakan, edukasi hingga tindakan pencegahan di lingkungan sekitar pasien,” katanya.