
Menurutnya, pihak sekolah melakukan pembenahan dalam proses pembelajaran dan penilaian, termasuk mengarahkan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mendata siswa yang memiliki potensi masuk perguruan tinggi negeri.
“Guru BK kami arahkan untuk mendata siswa yang berpotensi masuk PTN, kemudian dilakukan pembimbingan dan pendampingan belajar hingga kelas XII,” jelasnya.
Selain itu, sekolah juga mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk kegiatan pendampingan dan uji coba masuk perguruan tinggi melalui pihak ketiga yang berpengalaman.
Ia menilai, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus membuka peluang bagi siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
“Sebagai sekolah SMA, siswa memang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu kami ingin semakin banyak siswa yang bisa meraih masa depan melalui pendidikan tinggi,” katanya.