
Sementara itu, Datuk Penghulu Teluk Piyai Pesisir, Suryadi menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup, dan Kehutanan Provinsi Riau serta KPH Bagansiapiapi atas kepercayaan yang diberikan kepada masyarakat Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir untuk mengikuti program tersebut.
Menurut Suryadi, program penggemukan sapi jantan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Selama ini, warga harus membeli sapi dari luar daerah, namun kini dapat dipenuhi oleh kelompok usaha lokal.
“Keberadaan KUPS Merpati Pesisir sangat membantu perekonomian masyarakat. Tahun 2025 kami memelihara delapan ekor sapi, dan tahun 2026 meningkat menjadi sepuluh ekor sapi. Kami berharap jumlah ini terus bertambah setiap tahun,” akunya.
Datuk Penghulu berharap program perhutanan sosial yang terintegrasi dengan pengembangan usaha produktif ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis hutan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi desa di wilayah Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir.
"Program penggemukan sapi jantan ini sangat membantu masyarakat, mudah-mudahan program ini terus berlanjut kedepannya, sehingga dapat meningkatkan perekomian masyarakat kami," pungkasnya.***