
"Kami merasa sedih dan kecewa terhadap rendahnya harga sawit di Sei Nyamuk ini. Kemungkinan ini ada permainan atau penekanan harga dari para toke sawit di Sei nyamuk ini," kata Ponimin diamini beberapa petani sawit lainnya kepada awak media Posmetro Rohil, Sabtu (11/4).
Ponimin didampingi beberapa petani sawit lainnya, Herman, Wandi,Baim,maman menyebut rendahnya harga sawit di Sei nyamuk sudah tidak menjadi rahasia umum, namun banyak para petani bingung hendak mengadu kemana dan satu satunya jalan pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui dinas perkebunan supaya turun dan mendengar keluhan petani sawit di Sei Nyamuk.
"Kami berharap dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir supaya turun dan menindaklanjuti rendahnya harga sawit di Sei nyamuk ini," harap Wandi.
Keluhan senada disampaikan Andri, Ia juga mengaku prihatin dan sedih terhadap rendahnya harga buah sawit di Kepenghuluan Sei Nyamuk. Menurutnya dibalik semua ini tak lain diduga adanya permainan dan penekanan harga oleh para oknum toke sawit terhadap petani.
"Dugaan kuat saya, ini ada permainan dan penekanan harga para toke sawit. Kasihan para petani di Sei nyamuk ini. kenapa berbeda jauh dibandingkan dengan daerah lain seperti di Raja Bejamu, Sinaboi dan Sei Serusa," tanya dengan kesal.