
“Perbedaan ini kita maknai sebagai khazanah keislaman. Masing-masing memiliki dasar dalam menentukan awal Ramadan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, dan kami di daerah mengikuti keputusan tersebut,” ujarnya.
Rahmad menambahkan, antusiasme jamaah pada malam pertama tarawih cukup tinggi dan diharapkan terus berlanjut hingga akhir Ramadan.
“Alhamdulillah, jamaah hampir penuh malam ini. Insyaallah semangat ini terus terjaga selama 30 malam Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah, Afrizal Sofyan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program ibadah untuk mengisi Ramadan. Kegiatan tersebut antara lain safari dakwah yang menghadirkan penceramah dari unsur Muhammadiyah sebelum tarawih, kultum Subuh, serta tausiah Zuhur.
Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam, serta memperkuat ukhuwah meski terdapat perbedaan dalam penetapan awal puasa.