
“Isra Mikraj adalah momentum untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang tercermin dalam sikap, tutur kata, dan perbuatan sehari-hari. Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, semangat ukhuwah Islamiyah semakin meningkat dan para siswa termotivasi menjadikan menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah.
Menurutnya, inti dari peristiwa Isra Mikraj adalah perintah shalat lima waktu yang menjadi fondasi hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.
“Shalat lima waktu adalah bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT. Jika shalat kita baik, maka perilaku dan akhlak kita juga akan baik. Karena itu, anak-anak jangan pernah meninggalkan shalat, baik di rumah maupun di sekolah,” pesannya.
Melalui peringatan ini, pihak sekolah berharap siswa semakin memahami makna Isra Mikraj dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.***