
“Warga sudah muak melihat kondisi Pajak Lama yang setiap hari macet dan semrawut, namun seolah dibiarkan,” katanya.
Ia juga menyoroti perilaku sebagian pedagang yang membuang sampah sembarangan hingga ke median jalan, bahkan dijadikan sebagai lokasi parkir, sehingga semakin memperparah kondisi lalu lintas.
“Kami tidak melarang pedagang dan juru parkir mencari nafkah, tetapi harus memikirkan ketertiban umum. Di Pajak Lama sudah tersedia kios dan lapak, seharusnya dimanfaatkan,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Iwan, seorang tukang becak yang setiap hari mengantar dan menjemput anak sekolah di kawasan Bagan Batu. Ia mengaku sering terlambat karena terjebak kemacetan di sekitar Pajak Lama.
“Kondisinya setiap pagi macet. Saya sering terlambat mengantar anak sekolah karena jalan semakin sempit,” ungkapnya.