
“Kasus tertinggi berada di Kepenghuluan Sinaboi sebanyak 638 kasus, disusul Sungai Bakau 450 kasus, Sinaboi Kota 104 kasus, Darussalam 48 kasus, Raja Bejamu 18 kasus, dan Sungai Nyamuk 5 kasus,” jelasnya.
Terkait ketersediaan obat, Sherman menyebut stok primakuin di Puskesmas Sinaboi saat ini masih tersisa tiga kotak. Sementara obat DHP (Dihydroartemisinin-Piperaquine) yang dipinjam dari Puskesmas Bagansiapiapi juga masih tersedia tiga kotak.
“Pagi tadi masih ada tiga kotak primakuin yang utuh. Untuk DHP, kami mendapat pinjaman dari Puskesmas Jalan Jambu dan siang tadi masih tersisa tiga kotak. Hari Senin akan kami ambil tambahan obat ke gudang farmasi Kabupaten Rokan Hilir di Bagansiapiapi,” terangnya.
Penanggung Jawab (PJ) Program Malaria Puskesmas Sinaboi, Ners Marisa, menjelaskan mayoritas pasien malaria berprofesi sebagai nelayan dan petani. Karena itu, pihaknya gencar memberikan edukasi agar masyarakat mengurangi aktivitas malam hari.
“Rata-rata pasien adalah nelayan dan petani. Kami imbau agar tidak beraktivitas di malam hari selama masa pengobatan, tidur menggunakan kelambu, serta minum obat secara teratur sampai habis,” ujar Marisa.