
Doni menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan apakah jenazah yang ditemukan merupakan nelayan atau bukan. Identifikasi lanjutan diserahkan kepada pihak berwenang.
“Belum bisa kita simpulkan apakah itu nelayan atau bukan. Identifikasi sepenuhnya menjadi kewenangan tim DVI dan pihak terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Pasir Limau Kapas, Yahya Khan, mengatakan bahwa rentetan penemuan jenazah tersebut terjadi sejak 7 November hingga 10 Desember 2025 di sejumlah titik perairan. Dalam beberapa kejadian ditemukan satu jenazah, namun ada pula dua jenazah sekaligus.
“Selain yang sudah dijemput pihak keluarga, seluruhnya sudah dimakamkan di pemakaman Panipahan,” kata Yahya.
Ia juga mengapresiasi para nelayan yang selalu melaporkan setiap temuan jenazah saat melaut.