
Kabar tersebut cepat menyebar. Warga dan keluarga berdatangan, bergabung dengan pihak kepolisian untuk melakukan pencarian. Malam itu, pencarian terpaksa dihentikan karena cuaca buruk. Namun harapan menemukan Darmen tak surut.
Pagi hingga malam berikutnya, Rabu (10/12/2025), tim gabungan yang dipimpin Kapolsek kembali menyusuri tepian sungai, parit, dan semak-semak di sekitarnya. Hingga akhirnya, sekitar pukul 21.30 WIB, warga yang terus melakukan penyisiran menemukan jasad Darmen tidak jauh dari tempat ia terakhir terlihat.
“Korban ditemukan dengan luka-luka yang diduga bekas gigitan buaya. Ada goresan di paha bagian dalam, perut, dan kepala,” kata Bonni.
Jenazah dievakuasi menggunakan boat menuju kawasan Pertanahan, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga memilih menolak autopsi dan menerima bahwa Darmen meninggal akibat serangan satwa liar. Malam itu juga, jenazah dibawa ke kampung halamannya di Kisaran, Sumatera Utara, untuk dimakamkan.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat sekitar Sungai Rokan. Aktivitas rutin di parit-parit bekoan ternyata menyimpan ancaman yang tidak selalu terlihat.