
LABUHAN PAPAN (PRO) — Senja belum sepenuhnya turun ketika Darmen, petani sawit berusia sekitar 30 tahun itu, melangkah masuk ke parit bekoan di tepi kebun. Bersama dua rekannya, Azid Hasibuan dan Riki, ia bermaksud merendam berondolan sawit usai memanen di kebun milik seorang warga bernama Nababan. Aktivitas rutin yang biasa dilakukan para petani di wilayah Kepenghuluan Labuhan Papan, Tanah Putih Tanjung Melawan, Rokan Hilir.
Namun apa yang terjadi pada Selasa sore (9/12/2025) itu berubah menjadi peristiwa tragis yang mengguncang warga setempat.
Menurut Kapolsek TPTM, Ipda Bonni Sagala, yang dikonfirmasi mewakili Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, situasi awalnya tampak biasa. Darmen dan kedua rekannya turun ke parit, merendam berondolan yang sudah terisi penuh di keranjang. Tetapi tak lama kemudian, Darmen tiba-tiba menghilang dari pandangan.
“Kedua saksi sempat memanggil dan mencari, tapi tidak menemukannya,” ujar Bonni, mengenang keterangan para saksi.
Beberapa menit kemudian, suasana berubah mencekam. Azid dan Riki melihat tubuh Darmen muncul di seberang parit, berjarak delapan meter dari lokasi awal. Tubuh itu terseret seekor buaya besar. Mereka berlari, mencoba menyelamatkan rekan mereka dengan menarik tubuh korban. Namun gigitan buaya terlalu kuat. Hewan itu kembali menyeret Darmen masuk ke air dan menghilang dalam gelap parit.